09/25/2005
Aku Kecewa
"Saya belajar, bahwa saya tidak dapat memaksa orang
lain mencintai saya. Saya hanya dapat melakukan
sesuatu untuk orang yang saya cintai...."
itulah salah satu yang aku belum bisa jalankan....dan sekarang aku sedang di uji untuk itu....tapi dengan berjalannya waktu aku pasti bisa....
belum selese isak tangisku yang kemaren sebuah pedang menyayat kembali luka lamaku dan menatapku hingga aku tertunduk tak kuasa menatapnya
kenapa segala ketulusanku selalu dipermainkan....tanpa penghargaan terakhir yang membahagiakan....seolah apa yang aku berikan tidak terlihat ceceran darahku.....malah semakin menusuk dalam jantungku
sebenarnya aku hanya ingin tidak disakiti perasaanku....aku hanya mencoba untuk mengartikan sikap baik seseorang terhadapku supaya seseorang itu tidak kecewa terhadapku.....tapi apa yang terjadi.....terbaliklah selalu keadaannya.....aku yang salah arti dan aku yang di kecewakan.....(terbalik dari karna aku kasihan ama seseorang menjadi seseorang berkata kasian deh u).....terus berulang berulang berulang dan berulang.....tapi tuntutan hati kecil untuk tetap tidak membalas rasa ini...dan aku hanya terdiem terpaku merasakan perih hatiku.....
aku kecewa tapi aku tidak dendam
17:25 Posted in coret2an ga karuan | Permalink | Comments (1) | Email this
Perahu Keselamatan
Suatu saat aku sedang menikmati senja, dalam perahu keselamatanku yang sedang berlabuh.Kulihat Yesus di ruang kemudi, Ia menatapku dan berkata : "Lepaskan tambatan perahumu dan biarkan Aku membawa engkau ke seberang, sebab bukan rencanaku engkau tertambat disini."
Dengan takut, gelisah dan kuatir , aku menjawabnya: "Tuhan, bukankah lebih baik aku tetap di sini? Aku tidak akan melihat taufan dan badai, dan aku dapat kembali ke darat kapanpun aku mau. "Dengan lembut Ia memegang tanganku, menatap mataku dan berkata : "Memang di sini engkau tidak akan mengalami taufan dan badai, tapi engkau juga tidak akan pernah melihat bagaimana Aku mengatasi semua itu. Engkau tidak akan pernah melihat, bahwa Aku berkuasa atas semuanya itu."
Dalam pergumulan berat, aku memandang tali yang mengikat perahuku. Di tali itu kulihat ada rasa kuatir akan keuangan, pekerjaan, kehidupan dan masa depan. Dalam hatiku aku bertanya : Taukah Ia apa yang aku inginkan? Mengertikah Ia apa yang aku rindukan?.
Yesus memelukku dan berkata lembut : "Memang tidak semuanya akan sesuai dengan apa yang engkau inginkan dan rindukan, bahkan mungkin kebalikannya yang akan engkau dapatkan, tapi maukah kau percaya, bahwa rancanganKu adalah rancangan damai dan masa depanKu adalah masa depan yang penuh harapan?"
Ia memelukku dan menangis bersamaku, lalu dengan berat aku melepaskan tali perahuku.
from: GPdI-Internet-subscribe@yahoogroups.com
12:14 Posted in renungan harian | Permalink | Comments (0) | Email this
09/12/2005
Belajar untuk hidup...........
Saya belajar, bahwa saya tidak dapat memaksa orang
lain mencintai saya. Saya hanya dapat melakukan
sesuatu untuk orang yang saya cintai....
Saya belajar, bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk
membangun kepercayaan
dan hanya beberapa detik saja untuk
menghancurkannya....
Saya belajar, bahwa orang yang saya kira adalah orang
yang jahat, justru adalah orang yang membangkitkan
semangat hidup saya kembali....
Saya belajar, bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat
melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu
terbaik....
Saya belajar, bahwa persahabatan sejati senantiasa
bertumbuh,
walau dipisahkan oleh jarak yang jauh.
Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati....
Saya belajar, bahwa jika seseorang tidak menunjukkan
perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti
bahwa dia tidak mencintai saya....
Saya belajar, bahwa sebaik-baiknya sahabat itu, mereka
pasti pernah melukai perasaan saya.....dan untuk itu
saya harus memaafkannya....
Saya belajar, bahwa saya harus belajar mengampuni diri
sendiri....,
kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus
menerus....
Saya belajar, bahwa tidak masalah berapa buruknya
patah hati itu, dunia tidak pernah berhenti hanya
gara-gara kesedihan saya....
Saya belajar, bahwa saya tidak dapat merubah sahabat,
tapi semua itu tergantung dari diri mereka sendiri....
Saya belajar, bahwa lingkungan dapat mempengaruhi
pribadi saya, tapi saya harus bertanggung jawab untuk
apa yang saya telah lakukan....
Saya belajar, bahwa dua manusia dapat melihat sebuah
benda, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda....
Saya belajar, bahwa tidaklah penting apa yang saya
miliki, tapi yang penting adalah siapa saya ini
sebenarnya....
Saya belajar, bahwa tidak ada yang instan atau serba
cepat di dunia ini, semua butuh proses dan
pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati....
Saya belajar, bahwa saya harus memilih apakah
menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu
yang menguasai diri saya....
Saya belajar, bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi
itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku
bengis....
Saya belajar, bahwa kata-kata manis tanpa tindakan
adalah saat perpisahan dengan orang yang saya
cintai....
Saya belajar, bahwa orang-orang yang saya kasihi
justru sering diambil segera dari kehidupan saya....
from :"Sentiche Meiske Wenur"
13:50 Posted in renungan harian | Permalink | Comments (1) | Email this


