<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="/rss20.xsl" media="screen"?>
<rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<atom:link href="http://dons.blogspirit.com/renungan_harian/index.rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
<title>Dons - renungan_harian</title>
<description>Life Style</description>
<link>http://dons.blogspirit.com/renungan_harian/</link>
<lastBuildDate>Sun, 25 Sep 2005 17:25:00 +0200</lastBuildDate>
<generator>blogSpirit.com</generator>
<copyright>All Rights Reserved</copyright>
<item>
<guid isPermaLink="true">http://dons.blogspirit.com/archive/2005/09/25/perahu-keselamatan.html</guid>
<title>Perahu Keselamatan</title>
<link>http://dons.blogspirit.com/archive/2005/09/25/perahu-keselamatan.html</link>
<author>noreply@blogspirit.com (donny)</author>
<category>renungan harian</category>
<pubDate>Sun, 25 Sep 2005 12:14:55 +0200</pubDate>
<description>
&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;border-width: 0pt; margin: 0.2em 1.4em 0.7em 0pt; float: left;&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://dons.blogspirit.com/images/medium_jesus.2.jpg&quot; /&gt;Suatu saat aku sedang menikmati senja, dalam perahu keselamatanku yang sedang berlabuh.Kulihat Yesus di ruang kemudi, Ia menatapku dan berkata : &quot;Lepaskan tambatan perahumu dan biarkan Aku membawa engkau ke seberang, sebab bukan rencanaku engkau tertambat disini.&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dengan takut, gelisah dan kuatir , aku menjawabnya: &quot;Tuhan, bukankah lebih baik aku tetap di sini? Aku tidak akan melihat taufan dan badai, dan aku dapat kembali ke darat kapanpun aku mau. &quot;Dengan lembut Ia memegang tanganku, menatap mataku dan berkata : &quot;Memang di sini engkau tidak akan mengalami taufan dan badai, tapi engkau juga tidak akan pernah melihat bagaimana Aku mengatasi semua itu. Engkau tidak akan pernah melihat, bahwa Aku berkuasa atas semuanya itu.&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dalam pergumulan berat, aku memandang tali yang mengikat perahuku. Di tali itu kulihat ada rasa kuatir akan keuangan, pekerjaan, kehidupan dan masa depan. Dalam hatiku aku bertanya : Taukah Ia apa yang aku inginkan? Mengertikah Ia apa yang aku rindukan?.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Yesus memelukku dan berkata lembut : &quot;Memang tidak semuanya akan sesuai dengan apa yang engkau inginkan dan rindukan, bahkan mungkin kebalikannya yang akan engkau dapatkan, tapi maukah kau percaya, bahwa rancanganKu adalah rancangan damai dan masa depanKu adalah masa depan yang penuh harapan?&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ia memelukku dan menangis bersamaku, lalu dengan berat aku melepaskan tali perahuku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;from: &lt;tt&gt;GPdI-Internet-subscribe@yahoogroups.com&lt;/tt&gt;&lt;/p&gt;
</description>
</item>
<item>
<guid isPermaLink="true">http://dons.blogspirit.com/archive/2005/09/12/belajar-untuk-hidup.html</guid>
<title>Belajar untuk hidup...........</title>
<link>http://dons.blogspirit.com/archive/2005/09/12/belajar-untuk-hidup.html</link>
<author>noreply@blogspirit.com (donny)</author>
<category>renungan harian</category>
<pubDate>Mon, 12 Sep 2005 13:50:00 +0200</pubDate>
<description>
&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;border-width: 0pt; margin: 0.2em 1.4em 0.7em 0pt; float: left;&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://dons.blogspirit.com/images/medium_donny_belajar.2.jpg&quot; /&gt;Saya belajar, bahwa saya tidak dapat memaksa orang&lt;br /&gt; lain mencintai saya. Saya hanya dapat melakukan&lt;br /&gt; sesuatu untuk orang yang saya cintai....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Saya belajar, bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk&lt;br /&gt; membangun kepercayaan&lt;br /&gt; dan hanya beberapa detik saja untuk&lt;br /&gt; menghancurkannya....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Saya belajar, bahwa orang yang saya kira adalah orang&lt;br /&gt; yang jahat, justru adalah orang yang membangkitkan&lt;br /&gt; semangat hidup saya kembali....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Saya belajar, bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat&lt;br /&gt; melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu&lt;br /&gt; terbaik....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Saya belajar, bahwa persahabatan sejati senantiasa&lt;br /&gt; bertumbuh,&lt;br /&gt; walau dipisahkan oleh jarak yang jauh.&lt;br /&gt; Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Saya belajar, bahwa jika seseorang tidak menunjukkan&lt;br /&gt; perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti&lt;br /&gt; bahwa dia tidak mencintai saya....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Saya belajar, bahwa sebaik-baiknya sahabat itu, mereka&lt;br /&gt; pasti pernah melukai perasaan saya.....dan untuk itu&lt;br /&gt; saya harus memaafkannya....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Saya belajar, bahwa saya harus belajar mengampuni diri&lt;br /&gt; sendiri....,&lt;br /&gt; kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus&lt;br /&gt; menerus....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Saya belajar, bahwa tidak masalah berapa buruknya&lt;br /&gt; patah hati itu, dunia tidak pernah berhenti hanya&lt;br /&gt; gara-gara kesedihan saya....&lt;br /&gt; Saya belajar, bahwa saya tidak dapat merubah sahabat,&lt;br /&gt; tapi semua itu tergantung dari diri mereka sendiri....&lt;br /&gt; Saya belajar, bahwa lingkungan dapat mempengaruhi&lt;br /&gt; pribadi saya, tapi saya harus bertanggung jawab untuk&lt;br /&gt; apa yang saya telah lakukan....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Saya belajar, bahwa dua manusia dapat melihat sebuah&lt;br /&gt; benda, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Saya belajar, bahwa tidaklah penting apa yang saya&lt;br /&gt; miliki, tapi yang penting adalah siapa saya ini&lt;br /&gt; sebenarnya....&lt;br /&gt; Saya belajar, bahwa tidak ada yang instan atau serba&lt;br /&gt; cepat di dunia ini, semua butuh proses dan&lt;br /&gt; pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Saya belajar, bahwa saya harus memilih apakah&lt;br /&gt; menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu&lt;br /&gt; yang menguasai diri saya....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Saya belajar, bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi&lt;br /&gt; itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku&lt;br /&gt; bengis....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Saya belajar, bahwa kata-kata manis tanpa tindakan&lt;br /&gt; adalah saat perpisahan dengan orang yang saya&lt;br /&gt; cintai....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Saya belajar, bahwa orang-orang yang saya kasihi&lt;br /&gt; justru sering diambil segera dari kehidupan saya....&lt;/p&gt; &lt;p&gt;from :&quot;Sentiche Meiske Wenur&quot;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
</description>
</item>
<item>
<guid isPermaLink="true">http://dons.blogspirit.com/archive/2005/08/28/hadiah-bagi-yang-merendahkan-hati.html</guid>
<title>Hadiah Bagi Yang Merendahkan Hati</title>
<link>http://dons.blogspirit.com/archive/2005/08/28/hadiah-bagi-yang-merendahkan-hati.html</link>
<author>noreply@blogspirit.com (donny)</author>
<category>renungan harian</category>
<pubDate>Sun, 28 Aug 2005 12:02:36 +0200</pubDate>
<description>
&quot;..... Barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan&quot; (Matius 23:12)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tuhan sangat menyukai orang yang sungguh rendah hati. Booker T. Washington, seorang pendidik berkulit hitam yang terkenal, adalah salah satu contohnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tatkala ia menjadi pimpinan pada Institut Tuskegee di Alabama, ia senang berjalan-jalan di pinggir kota. Suatu hari ia dihentikan oleh seorang wanita kaya kulit putih. Karena tak mengenal Washington, maka ia menawarkan apakah laki-laki kulit hitam itu mau ia beri upah dengan memotongkan kayu untuknya. Setelah mengingat bahwa tak ada urusan mendesak pada saat itu,maka Profesor Washington menyatakan kesediaannya. Ia tersenyum, menggulung&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; lengan baju, dan mulai mengerjakan pekerjaan kasar yang diminta wanita tadi. Kemudian ia membawa kayu-kayu itu ke dalam rumah dan meletakkannya di dekat perapian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Seorang gadis kecil yang mengenalnya, kemudian mengatakan kepada wanita itu siapa Pak Washington sebenarnya. Keesokkan harinya wanita tadi dengan perasaan malu datang ke kantor Washington untuk meminta maaf : &quot;Tak apa-apa, Nyonya, saya sangat senang dapat menolong anda&quot;. Wanita tadi dengan hangat menjabat tangan Pak Washington dan mengatakan bahwa perilaku Washington yang sangat terpuji itu tertanam dalam hatinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tak lama kemudian wanita tadi menyatakan penghormatannya dengan menyumbang beribu-ribu dolar untuk Institut Tuskegee.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ingatlah bahwa mengerjakan sesuatu tanpa pamrih akan membuat anda dihormati manusia dan disayangi Allah. Ini merupakan hadiah sejati atas kerendahan hati.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;Tak ada pakaian yang lebih pantas bagi kita selain jubah kerendahan hati&quot;
</description>
</item>
<item>
<guid isPermaLink="true">http://dons.blogspirit.com/archive/2005/08/13/istirahat.html</guid>
<title>Istirahat</title>
<link>http://dons.blogspirit.com/archive/2005/08/13/istirahat.html</link>
<author>noreply@blogspirit.com (donny)</author>
<category>renungan harian</category>
<pubDate>Sat, 13 Aug 2005 14:39:02 +0200</pubDate>
<description>
&lt;img style=&quot;border-width: 0pt; margin: 0.2em 1.4em 0.7em 0pt; float: left;&quot; alt=&quot;&quot; src= &quot;http://dons.blogspirit.com/images/medium_kurt_cobain_pain.2.jpg&quot; /&gt;memang perlu kita tu istirahat....jika kita telah bekerja dengan sekuat tenaga maka istirahatlah juga dengan sekuat tenaga :P...tapi ga gampang menikmati saat liburan ato waktu istirahat...aku jadi seperti orang bego yang tetap menggendong ransel saat kita duduk santai....tapi kenapa, dan apa yang bikin aku ga bisa menikmati waktu istirahatku.....&lt;br /&gt;
</description>
</item>
<item>
<guid isPermaLink="true">http://dons.blogspirit.com/archive/2005/08/10/tiap-pagi.html</guid>
<title>Tiap Pagi</title>
<link>http://dons.blogspirit.com/archive/2005/08/10/tiap-pagi.html</link>
<author>noreply@blogspirit.com (donny)</author>
<category>renungan harian</category>
<pubDate>Wed, 10 Aug 2005 06:00:00 +0200</pubDate>
<description>
&lt;img style= &quot;border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; float: left; border-bottom-width: 0px; margin: 0.2em 1.4em 0.7em 0px; border-right-width: 0px&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://dons.blogspirit.com/images/medium_donny1.2.jpg&quot; /&gt;Tiap Pagi ak terus bernafas....senyum....gerakin saraf saraf dan senyum ke semua orang yang pada bae'2...kadang...hmh ak bersyukur ternyata Tuhan masih mo pake ak tiap hari dan tiap malam....tapi ak kadang suka merasa ak ni ga ada guna di dunia ini cie.... tapi bener...ga so' sentimentil loh...kadang kalo pas gagal ga bisa bikin senyum manusia yang pada bae'2 tu rasane ak tu kaya&amp;nbsp;ada dipihak neraka gitu....kadang orang suka salah persepsi ma semua sikap gw yang slalu di interprestasikan negative...padahal ak&amp;nbsp;ga pernah pya niatan negative terhadap seseorang...tapi tu perasaanku aja sih...tapi disini aku terus belajar dan belajar memahami perilaku orang satu sama lainnya terutama diri gw sendiri....kadang kesulitanku mengenali diriku sendiri pas lagi dibakar emosi....tapi ak berusaha untuk mencari Tuhan untuk menuntun ak dalam tiap langkahku.....Amin
</description>
</item>
<item>
<guid isPermaLink="true">http://dons.blogspirit.com/archive/2005/08/09/apa-yang-kudapat-tiap-detik-ku-merangkak.html</guid>
<title>Apa yang kudapat tiap detik ku merangkak</title>
<link>http://dons.blogspirit.com/archive/2005/08/09/apa-yang-kudapat-tiap-detik-ku-merangkak.html</link>
<author>noreply@blogspirit.com (donny)</author>
<category>renungan harian</category>
<pubDate>Tue, 09 Aug 2005 17:33:17 +0200</pubDate>
<description>
&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;border-width: 0pt; margin: 0.2em 1.4em 0.7em 0pt; float: left;&quot; alt=&quot;&quot; src= &quot;http://dons.blogspirit.com/images/medium_magda-sabat-photoplate-b.2.jpg&quot; /&gt;Ternyata semua tu ga da yang sia-sia...di dunia ini emang ga da satupun yang sia-sia sama sekali...dari ide bodoh mpe ide yang brilliant tetep berguna..gatau gunanya apaan tapi tetep ada gunanya,emang bener ajaran salah satu agama yang tidak memperbolehkan membunuh apapun...bahkan semutpun ga boleh katanya...bagi gua tu ngegambarin supaya qta jangan menyepelekan hal sekecil apapun karna pasti akan berguna disuatu saat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;by : dons :P&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
</description>
</item>
</channel>
</rss>